Berita

Berita Thumbnail
Minggu, 12 April 2026

Universitas Trisakti Laksanakan PKM Eco-Masjid di Jepang, Wudhu Lebih Efisien

Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional bertajuk Community-Driven Solutions for Sustainable Ablution Water Management Supporting Eco-Mosque Practices, di Kitakyushu, Jepang, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan ini berlangsung di masjid kawasan Kitakyushu Islamic Cultural Center dan diikuti 21 jemaah. Terdiri dari 14 laki-laki dan 7 perempuan.

Ketua tim PKM internasional, Rositayanti Hadisoebroto, dari Prodi Teknik Lingkungan, Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan (FALTL), Universitas Trisakti, menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi mitra, khususnya genangan air di area tempat wudhu.

“Permasalahan yang utama pada masjid ini yaitu adanya genangan pada lantai masjid yang berasal dari tempat wudhu yang tidak mengalir keluar masjid, sekaligus keinginan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk mulai penerapan eco-masjid,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Minggu (12/4/2026).

Ketua Tim bersama dengan anggota tim PKM Internasional, yaitu Mustamina Maulani dari Prodi Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi (FTKE), Ryan Faza Prasetyo dari Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), serta Ryan Faza Prasetyo dari Prodi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI). PKM turut melibatkan mahasiswa yaitu Stevanus Wibisono Renwarin dari Prodi Teknik Industri serta Aurellia Zahra dan Noi Galuh Tjandra Kirana dari Prodi Teknik Lingkungan.

Kegiatan yang dilakukan meliputi modifikasi tempat wudhu, pembersihan area masjid, serta edukasi kepada jamaah mengenai konsep eco-masjid dan implementasinya.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui efisiensi penggunaan air wudhu, serta Tujuan ke-8 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan dengan menjadikan masjid sebagai pusat edukasi lingkungan. Hal ini karena masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga pusat edukasi lingkungan bagi jemaah dan komunitas di sekitar masjid.

Pihak DKM menyambut baik program tersebut. Mereka menilai solusi yang diberikan mampu mengatasi persoalan genangan air sekaligus meningkatkan kenyamanan jamaah.

“Kami merasakan manfaat dari program ini, dengan tim yang reaktif dan tanggap terhadap permasalahan dan solusi yang diberikan, sehingga tempat wudhu menjadi nyaman dan tidak ada genangan lagi di area masjid. Di samping itu, edukasi kepada jamaah terkait eco-masjid ini dapat menjadi pengingat agar tidak berlebihan dalam penggunaan air wudhu,” ujar perwakilan DKM.

Ketua DKM, Subkhan, juga menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut.

“Kami yang diberi amanah mengelola masjid berterima kasih kepada tim PKM internasional dan LPPM Universitas Trisakti atas solusi yang dilakukan serta pengingat yang disampaikan. Kami harap program seperti ini bisa berlangsung pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

Salah satu jamaah, Ika, turut mengapresiasi edukasi yang diberikan. “Pemakaian air dalam berwudhu tidak perlu berlebihan, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dalam hadisnya. Selain itu, eco-masjid sangat mudah diterapkan dan bisa dimulai saat ini juga,” tuturnya.

Sumber berita : https://rm.id/baca-berita/education/307134/universitas-trisakti-laksanakan-pkm-ecomasjid-di-jepang-wudhu-lebih-efisien