Pusat Inovasi

Berdasarkan ISO 56000:2023, inovasi didefinisikan sebagai “an outcome that adds value through its adoption, implementation, commercialization, and/or use” sedangkan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menjelaskan inovasi sebagai berikut:  “an innovation is a new or improved product or process (or combination thereof) that differs significantly from the unit’s previous products or processes and that has been made available to potential users (product) or brought into use by the unit (process)”. Klasifikasi inovasi oleh OECD dalam Oslo Manual dapat berupa (1) product innovation, (2) process innovation, (3) marketing innovation, (4) organisational innovation.

Clayton Christensen membagi dua macam inovasi yaitu sustaining dan disruptive innovation. Sustaining innovation bertumpu pada perbaikan produk atau layanan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sedangkan disruptive innovation menciptakan produk dan layanan baru untuk membuka pasar baru. Seorang inovator muda belia, Gitanjali Rao kelahiran tahun 2005 menyatakan pendapatnya mengenai inovasi di Forbes India sebagai berikut “Innovation is not an option for us anymore. … Tools, technologies, and techniques are only as good as the intention to solve the problem. Innovation has to become a citizen movement and should be part of early education and school curriculums.

Berdasarkan pernyataan di atas jelas inovasi saat ini sudah menjadi bagian dari long live education. Sesuai dengan visi Universitas Trisakti untuk mengabdikan pengetahuan dan penelitiannya untuk meningkatkan kualitas hidup dan peradaban, tentu dituntut untuk menghasilkan inovasi dan layanan yang dapat memberikan dampak besar yang positif bagi Masyarakat sehingga mempercepat tumbuhnya ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui implementasi saintek, terciptanya masyarakat yang berbasis pada ilmu pengetahuan (citizen science) dan terciptanya ekosistem saintek yang inklusif dan berkelanjutan.

Inovasi yang telah dihasilkan oleh dosen-dosen Universitas Trisakti pmengarah pada  pengembangan Green Techno Sosiopreneur  yang dibangun oleh tiga pilar yaitu technology, ecological environment, dan entrepreneurship.  Green techno sociopreneur yang dikembangkan mengkombinasikan konsep green business model dengan pengembangan di berbagai fokus utama dalam ketiga pilar tersebut. Pengembangan pilar teknologi diwujudkan dengan dihasilkannya produk digitalisasi, teknologi tepat guna dan efisiensi produk. Peningkatan ecological environment direalisasikan dengan penerapan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, circular economy dan konversi lingkungan. Kemajuan enterpreneurship (sociopreneurship) dimanisfestasikan melalui pemberdayaan masyarakat sekitar dan penduduk di daerah binaan program PKM.

Kegiatan ini telah mendukung pencapaian IKU2 (Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus), IKU3 (Dosen Berkegiatan di luar kampus) dan IKU5 (Hasil kerja dosen digunakan Masyarakat). Selain itu, Inovasi ini juga mendukung pencapaian SDGs 3 (Good Health and well being), SGDs 4 (Quality Education),  SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth), SDGs 11 (Sustainable Cities and Commnunities), SGDs 15 (Life on Land) dan SDGs 17 (Partnership for the Goals). Pengembangan inovasi juga disertai dengan masifnya kegiatan di bidang inkubator bisnis. Pada akhir Tahun Akademik 2024/2025, Universitas Trisakti berperan aktif dalam persiapan University Incubator Consortium Meeting. Pertemuan internasional tersebut diadakan pada tanggal 16 Oktober 2025 di Malaysia sebagai pendahuluan dari kegiatan University Incubator Consortium (UNIIC) Africa-Asia Roundtable Discussion 2025 yang akan diadakan bulan Desember 2025.

Strategi ke-4 RENSTRA 2025/2026 hingga 2029/2030 menyebutkan Peningkatan kualitas kerjasama dengan pihak luar untuk menciptakan budaya co-creation/co-production dan penguatan dampak nilai tambah ke Masyarakat. Hal ini salah satunya diwujudkan dengan diperolehnya Hibah Program Hilirisasi Riset-Pengujian Model dan Prototipe Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh  Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi berjudul Prototipe Desain Aplikasi Otomasi  Inlet dan Reward Point Hasil Cacahan Botol Kemasan Plastik sebagai  penelitian lanjutan atas produk penelitian sebelumnya.

Produk awal tersebut yang berupa ”Alat Pemilah dan Pencacah Botol Kemasan Plastik” diminati oleh pihak DUDI yakni PT. Manotona Lara. Tim penerima pendanaan Program Hilirisasi Riset-Pengujian Model dan Prototipe dari Kemendiktisaintek 2025 terdiri atas Prof. Dr. Ir. Astri Rinanti, M.T., ASEAN Eng. (ketua), Prof. Dr. Wegig Murwonugroho, S. Sn., M. Hum., dan Henry Candra, S.T., M.T., Ph. D.

Produk tersertifikasi lintas fakultas terus bertambah, dan berbagai Teknologi Tepat Guna telah diimplementasikan di masyarakat. Beberapa di antaranya adalah

  1. Teknologi Pengolahan Sampah Plastik Terintegrasi (TEKNOPLAS)” dengan tim yaitu Dr. Winnie Septiani, S.T., M.Si., IPM, Prof. Dr. Ir. Astri Rinanti, M.T., IPM., ASEAN Eng, Ratna Mira Yojana, S.T., M.T.;
  2. Mesin Pengering Kulit dan Daun Singkong dengan tim drg. Florencia Livia Kurniawan, M.Kes., Dr. Ratna Mira Yojana, S.T., M.T., Catur Rahayu Martiningtiyas, S.E., M.M., Febry Anggreani J.K., dan Fauziah Rahma Annisa

Pada tahun akademik 2024/2025 diperoleh peningkatan jumlah dan nilai hibah nasional dan internasional. Hibah internasional untuk membangun ekosistem enterpreneurship yakni Eurasia Grant dari Eurasia Foundation   dengan judul ”Strengthening Socio-Technopreneurship in the Eurasia Community” dengan Ir. Emelia Sari, Ph. D., sebagai Person in Charge melibatkan 200 mhs Universitas Trisakti dan 20 dosen sebagai mentor.

Untuk menjaga keberlanjutan inovasi di Universitas Trisakti, LPPM memiliki Pusat Inovasi dan Sumber Daya IPTEKS. Universitas Trisakti telah menjadi wakil tunggal Indonesia dalam PATENTSCOPE Super Users Group di bawah naungan World Intellectual Property Organization (WIPO). Sebuah grup yang menguji  suatu aplikasi sebelum di-release oleh WIPO ke negara-negara anggotanya.  Universitas Trisakti juga memperoleh fellowship dari WIPO berupa Distance Learning untuk banyak modul, di samping fellowship yang diperoleh oleh Dr. Erni Erfan, S. Pd., M. Biomed., melalui proses seleksi di penghujung tahun akademik 2024/2025 yakni the 6th edition of the Course on Patent Law and Global Public Heatlh [“PatentX’] yang merupakan kerjasama WIPO dengan Harvard Law School, USA.

Dua diantara paten mendapat insentif Kekayaan Intelektual dari Kemendiktisaintek. Kedua tim inventor tersebut adalah:

Tim 1: Dr. Ir. Rositayanti Hadisoebroto, ST., MT., Riana Ayu Kusumadewi, ST., MT dan Rizka Dinda Puteri; dan

Tim 2: Dr. Erni Erni, S. Pd., M. Biomed., dan Prof. dr. Nafrialdi, Ph. D., Sp. PD., Sp. FK (FKUI).

Pemberian insentif tersebut membuktikan bahwa nilai jual granted patent UniversitasTrisakti memiliki daya tarik dan bagi dunia industri dan diprediksi memiliki dampak positif bagi masyarakat.

Seluruh informasi paten biasa dan paten sederhana serta desain industri atas nama Universitas Trisakti telah didokumentasikan dalam katalog ’1001 Inovasi’ yang dimuat dalam SIMPPM Universitas Trisakti.

Katalog 1001 Inovasi Universitas Trisakti [lihat di sini]

6217503
Katalog Inovasi Universitas Trisakti

Daftar Inovasi