Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa Trisakti Bikin Jalan Desa Lebih Terang dan Sampah Jadi Bernilai

Oleh : Azzakyah Nurani Rahman
(Nim: 010002300400, Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum)
Kuliah kerja Mahasiswa identik dengan program seremonial yang cepat dilupakan. Namun, hal berbeda ditunjukkan tim KUM-ITT Desa Universitas Trisakti di Desa Wangunjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.
Selama 4–13 Juli 2026, sebanyak 17 mahasiswa lintas fakultas tak hanya datang membawa teori.
Mereka turun langsung membantu warga menyelesaikan persoalan nyata, mulai dari sampah, minimnya penerangan jalan, hingga titik jalan yang rawan kecelakaan. Dipimpin Hotton Panjaitan dan didampingi dosen pembimbing Ar. Ardilla Jefri Karista, tim ini menggelar berbagai program yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Salah satu yang paling menarik adalah edukasi memilah sampah dan pelatihan membuat ecobrick, yakni mengubah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat. Bersama Karang Taruna, mahasiswa juga menyulap galon bekas menjadi tempat sampah kreatif sekaligus membuat mural bertema HUT Kemerdekaan RI.
Ketua Karang Taruna Desa Wangunjaya, Iqram Muzakki Juniastawa, menilai kolaborasi tersebut membawa dampak positif.
“Program mural dan ecobrick bukan hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga membuka kesadaran masyarakat bahwa sampah masih bisa dimanfaatkan,†ujarnya.
Tak berhenti di urusan lingkungan, mahasiswa juga mengajar Bahasa Inggris bagi siswa madrasah, melatih pemuda membuat konten video, memberikan penyuluhan tentang potensi ekonomi perikanan dan perkebunan, hingga mengajak warga bergotong royong membersihkan lingkungan.
Di bidang infrastruktur, hasil kerja mereka langsung bisa dirasakan masyarakat. Bersama warga, mahasiswa merancang desain gapura desa menggunakan SketchUp, memasang lampu penerangan jalan di lokasi yang sebelumnya gelap, serta memasang convex mirror di tikungan tajam dan tanjakan yang selama ini dinilai berisiko tinggi.
Hasilnya pun cukup terasa. Kemampuan peserta pelatihan Bahasa Inggris meningkat hingga seluruh peserta mampu menjawab materi dengan benar setelah pendampingan. Sementara itu, warga kini memiliki keterampilan mengolah sampah plastik menjadi ecobrick dan tempat sampah daur ulang.
Kepala Desa Wangunjaya, Ipin Aripin, mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang dinilai tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata.
“Lampu penerangan jalan dan kaca cembung sangat membantu masyarakat. Lokasi itu sebelumnya gelap dan cukup membahayakan pengguna jalan. Manfaatnya langsung dirasakan warga,†katanya.
Program KUM-ITT Desa Universitas Trisakti ini juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama di bidang pendidikan, pengelolaan lingkungan, pembangunan infrastruktur, dan kemitraan.
Singkatnya, kehadiran mahasiswa Trisakti di Wangunjaya bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik. Mereka meninggalkan sesuatu yang lebih penting: ilmu yang bisa diterapkan, lingkungan yang lebih tertata, dan fasilitas yang manfaatnya masih akan dirasakan warga jauh setelah program berakhir.
Sumber dikutip dari : https://jabargo.com/bukan-sekadar-kkn-mahasiswa-trisakti-bikin-jalan-desa-lebih-terang-dan-sampah-jadi-bernilai/
